Selasa, 08 Desember 2009

Go Back to Remember


Libur satu hari bisa terasa sangat lama. Atau sebaliknya. Mendapat cuti satu minggu, rasanya cepat sekali kembali dengan setumpuk pekerjaan. Waktu memang sejak dulu menguasai. Sampai kali ini pun, manusia yang berbangga menyebut dirinya makhluk paling sempurna di muka bumi ini, belum mampu membuat alat yang mampu menghentikan waktu meski cuma satu detik, atau memperlambatnya sepersekian detik, apalagi mengulangnya.

Sembilan belas tahun bagi orang yang sudah melewatinya, akan terasa begitu cepat. Beda dengan yang sekarang masih berusia di bawah 18 tahun. Orang dalam opportunity kedua ini hanya mampu berangan. Sementara orang dalam opportunity pertama tadi, cuma bisa menengok catatan masa lalunya.

Ingat kembali...
Sembilan belas tahun sembilan bulan lalu, kurang lebih, tubuh ini masih belum terbentuk. Belum ada ruh. Hingga Sang Khaliq memerintahkan ruh ini hadir dan berkembang, hidup di rahim yang hangat, nyaman dan aman. Menyusu pada sari-sari yang dimakan atau diminum oleh satu-satunya orang yang memberikan kasih sayang terluas dan terikhlas, ibu. Meski setiap malam, kaki kecil dan rapuh ini menendang bagian dalam perutnya. 'Sebuah' janin yang tidur dengan nyaman, tapi tidak membuat nyaman yang mengandungnya.

Ingat kembali...
Saat tubuh ini meluncur dari persembunyian. Keluar dan bersentuhan dengan oksigen serta senyawa-senyawa lainnya. Masih terlalu kecil untuk membuka mata. Masih terlalu mini untuk tahu segala hal yang jauh lebih besar. Hidup. Hidup lagi.
Ingat kembali...



Masa kecil yang urakan. Waktu TK, saat masih bisa telanjang di bawah guyuran hujan. Dengan 'pe-de'nya mengusap 'ingus' dengan tangan (disebut : "ngelap umbel"). Bermain kejar-kejaran di lapangan. Mencuri mentimun dan tomat di kebun milik orang lain karena kehausan sehabis pulang sekolah bersama teman-teman. Mandi bersama di sungai, bersama anak-anak lain, bersama kerbau dan penggembalanya. Bertarung di medan 'perosotan' tanah. Meluncur bergesekan dengan bumi, sampai celana bagian 'bokong' berlubang. Belajar mempertahankan diri. Belajar melindungi diri. Belajar melawan. Berkelahi dengan anak dari 'gank' lain. Sampai seragam putih-merah menjadi merah-merah.



Ingat kembali...
Masa SMP, masa puber. Tau yang namanya baju bagus, baju keren dan ga' keren. Tau yang cantik dan yang ganteng. Tau yang boleh dan tidak. Tapi, cuma satu. Kesenangan.



Ingat kembali...
Seragam putih abu-abu yang sekarang udah berwarna-warni kena pilox waktu lulusan. Begitu susahnya ibu dulu menjahitnya. Begitu susahnya dulu bapak mencari uang untuk bisa masuk sekolah. Sekarang cuma jadi pajangan, penuh coretan kenangan, dan usang. Dari yang cuma tau cantik dan tampan, saat itu mulai tau cover depan saja. Belum waktunya membuka isi di dalamnya. Belum juga masanya untuk bisa mengartikan apa yang ada di dalamnya. Tapi, namanya juga anak muda 'gheto loch'! Daripada disuruh belajar mapel, pasti lebih memilih belajar cinta. Ga' munafik kok. It's so natural!


Kini waktunya membentuk yang masih abstrak. Menata yang semula berantakan. Bukan waktunya lagi buat cuma main-main. Bukan waktunya juga buat menikmati hidup. Tapi membentuk. Banyak yang sudah mulai membentuk sebelum waktunya membentuk. Banyak yang sudah mencuri start. Tapi banyak juga yang terlambat membentuk. Tapi itu lebih baik, daripada tidak membentuk sama sekali.




Ada orang-orang baru yang harus dihadapi. Begitu pula, ada orang-orang lama yang ditinggalkan, meski tidak ingin dilupakan. Matahari itu diam, bumi yang bergerak. Tapi kenapa justru kita yang merasa, bahwa kita yang diam di tempat, dan matahari yang bergerak memutar? Sama halnya dengan kaki yang berjalan, padahal kita merasa bumi yang kita pijak ini tak bergerak. It's so natrural!

Selalu ada kesempatan untuk memperbaiki yang telah rusak. Entah berhasil atau tidak. Bukankah jika tidak berhasil memperbaiki jam dinding yang rusak, waktu tetap saja berjalan? Tidak berkurang sedikit pun?

Senin, 30 November 2009

Aplikasi Income Bulan ini...


1. Kost = 250 ribu












2. Belanja bulanan = 100 ribu





3. Fitness = 15 ribu dikali ...







4. Telur Ayam Jawa = 5 ribu 5 ratus dikali ...




5. Swimming cost = 10 ribu dikali ...





6. Ongkos pulang kampung = 25 ribu dikali 2 (PP)





7. Pulsa = 100 ribu (lah)













8. Save to the wallet = ya sisanya? (paling cuma recehan seribuan dan dua ribuan





9. Save to ATM = …?













10. Save to the future = …???













Kadang, gaji terasa nggak cukup buat hidup. Begitu banyak keperluan dan aplikasi duniawi yang kukeluarkan. Tapi, untuk nyimpan 1 kali kebaikan saja untuk akhirat rasanya susah, padahal gratis. Tuhan tidak pernah memungut satu rupiah pun untuk jutaan kali nafas yang DIA berikan setiap hari, atau bermilyar-milyar kali jantung ini berdetak. Darimana TUHAN mendapatkan "income"? Padahal DIA keluarkan begitu banyak biaya operasional bagi alam semesta hanya dalam satu detik saja.


Bersyukur...

Alhamdulillah...



Minggu, 22 November 2009

A Quarter of The Lost Soul



It's time to change! To make a change!

Selasa, 17 November 2009

Bersyukurlah Karena Masih Punya Masalah

"When I jumped off from the building..."
Saat aku meloncat dari gedung



"I saw the known loving couple in 10F is hitting each other"
Kulihat pasangan yang kutahu saling mencintai di lantai 10 sedang bertengkar dan saling memukul.



 
"I saw the usually though and strong Habibi in 9F is crying"
Kulihat Habibi yang biasanya kuat dan tabah sedang menangis di lt.9





"Eva just tound out her fiancee is sleeping with her best friend"
Di lt.8 Eva memergoki tunangannya sedang bercinta dengan sahabatnya.



 
"7F, Novi is taking her daily anti-depression medicine"
Di lt.7 Novi sedang minum obat anti depresi.




"6F, jobless Rio still buys 7 newspaper to search for a job everyday"
Di lt.6 Rio yang pengangguran terus membeli 7 koran untuk mencari lowongan kerja tiap hari





"Much respected Mr.Bambang in 5F is trying his wife's undergarment"
di lt.5 Pak Bambang yang sangat dihormati publik sedang mencoba baju dalam istrinya




"4F, Rosa fighting again with her boyfriend"
di lt.4 Rosa bertengkar lagi dengan pacarnya.




"Old man in 3F everyday hoping someone would come by and pay him a visit"
Di lt.3 kakek tua sedang mengharapkan seseorang datang mengunjunginya (semua kakek memang sudah tua...)




"2F, Emma still starring at the picture of her lost husband since half year ago"
Di lt.2 Emma sedang memandangi foto suaminya yang sudah meninggal 6 bulan lalu





"Before I jumped off from the duilding, I thought that I was the most unlucky person"
Sebelum aku melompat dari gedung, kupikir aku orang yang paling malang




"Now I just realized everypne has their own problems and worries"
Sekarang aku sadar bahwa setiap orang punya masalah dan kekuatirannya sendiri




"After I had seen all these, I found out, in fact I wasn't that bad at all"
Setelah kulihat semuanya itu, aku tersadar bahwa ternyata keadaanku sebenarnya tidak begitu buruk




"Everyone that I saw jut now is looking at me now"
Semua orang yang kulihat tadi sekarang sedang melihat aku…



"I think, after see me now, they might feel that they are not that bad after all"
Kurasa setelah mereka melihatku sekarang, mungkin mereka merasa bahwa situasi mereka sama sekali tidak buruk.

“Be grateful for whoever you are….coz if u compare it to others, u’ll be suprised of their secret life “
“Bersyukurlah atas dirimu apa adanya… karena bila kamu membandingkan dengan orang lain, kamu akan “terkejut” dengan rahasia hidup mereka”

Sabtu, 07 November 2009

Qian HongYan - Senyuman dalam Keterbatasan


Qian Hongyan mengalami kecelakaan dan kehilangan kedua kakinya bahkan pinggulnya, dan perlu mencari jalan keluar.


Keluarganya di Cina miskin dan tidak dapat membeli kaki palsu, maka ia menggunakan bola basket untuk memudahkan gerakannya. Qian Hongyan juga dikenal sbg Basket Ball Girl.

Qian menggunakan dua sangga kayu untuk menyeret tubuhnya dan tidak mengeluh, walau dia telah gonta ganti bola basket 6 kali.



ia tetap ke sekolah, walaupun harus bersusah payah ke sana.


Dan.. ia tetap tersenyum menyambut dunia


Dan ia terus berusaha untuk selalu tersenyum menyambut dunia...


Setelah bbrp lama, Ada yang berbaik hati dan menyumbangkan kedua kaki palsu untuk Qian HongYan




Menghibur Teman Senasib dan .. Happy aja, Dan.. Tetap Tersenyum menyambut dunia ini..


Masih Banyak yang Belum Beruntung...













Jumat, 06 November 2009

4 Things You Cannot Recover



Sebuah Batu.. setelah lemparan ke laut



Ucapan.. setelah keluar dari bibir kita..



Kesempatan.. setelah ia hilang..



Waktu.. setelah berlalu..

 
Powered by Blogger