Selasa, 03 November 2009

Film : "Emak Ingin Naik Haji"

 
Mizan Productions yang identik dengan film keluarga bermutu, seperti "Laskar Pelangi" dan "Garuda di Dadaku", kembali menghadirkan film baru yang dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Lewat kerjasama dengan Smaradhana Pro, hadirlah "Emak Ingin Naik Haji", sebuah film drama religi yang mengangkat berbagai nilai kehidupan: kegigihan, ketulusan, kasih sayang, semangat berbagi, berserah diri dan berbagai nilai indah lainnya yang mungkin saja terlupakan.


 "Emak Ingin Naik Haji" melengkapi kebutuhan akan film berkualitas yang menyentuh, menghibur dan memberi inspirasi. Bertutur tentang Emak, seorang wanita paruh baya yang dengan gigih berusaha untuk dapat mewujudkan impiannya sebagai muslimah, yaitu pergi ke tanah suci Mekkah, melengkapi ibadah sesuai rukun Islam yang kelima, Pergi Haji. Ditemani oleh Zein, anak satu-satunya, Emak menjalani hidup dengan membuat kue yang dijual di pasar atau untuk pesanan pesta.



 
Dari hasil penjualan kue, sedikit demi sedikit, Emak menyimpan uangnya untuk membulatkan niatnya pergi ke tanah suci. Walaupun Emak tahu, apa yang diinginkannya belum tentu dapat terwujud, tetapi Emak tidak patah semangat. Ia terus berusaha untuk melakukan yang terbaik dan membulatkan niatnya sambil berserah diri kepada Yang Maha Kuasa. Terwujudkah impian Emak pada akhirnya? "Emak Ingin Naik Haji" menampilkan kisah dari beberapa keluarga yang memiliki gaya dan tujuan hidup masing-masing, tetapi memiliki satu hal yang sama, yaitu keinginan untuk pergi haji.

Masing-masing dengan caranya berusaha mencapai keinginannya untuk sampai ke tanah suci Mekkah, menunaikan kewajiban Rukun Islam yang kelima. Secara halus, film yang disutradarai oeh Aditya Gumay yang sekaligus menjadi penulis skenarionya bersama Adenin Adlan ini, juga menceritakan tentang realita seluk-beluk haji di Indonesia. Emak adalah representasi dari kelompok masyarakat yang sangat merindukan Mekkah tetapi karena persoalan finansial, maka pergi haji itu menjadi sebuah hal yang sangat jauh di awang-awang.

Sementara itu, Juragan Haji bersama keluarganya dengan penuh kemudahan dapat melakukan ibadah haji dan umroh kapan saja mereka inginkan. Adapula Pak Joko, yang memaksakan diri untuk pergi haji karena tujuan tertentu di luar ibadah. Ide cerita "Emak Ingin Naik Haji" memang diangkat dari sebuah cerita pendek yang ditulis oleh Asma Nadia. Dengan kepiawaiannya, Aditya Gumay mengubah cerita pendek itu menjadi skenario yang sangat indah.


 
Dukungan pemain-pemain handal yang tidak diragukan lagi keahliannya dalam berakting juga menjadi kekuatan film ini. Sebut saja nama Didi Petet (Juragan Haji / H. Saun), Niniek L. Karim (Istri Juragan Haji / Hj. Markonah), Henidar Amroe (Istri Pak Joko / Ny. Noni), Cut Memey (Yanti), dan pastinya Ati Kanser (Emak) serta Reza Rahadian (Zein) yang menjadi pemeran utama dalam film ini, bermain dengan sangat bagus dan kompak, saling mendukung perannya masing-masing.

Kehadiran score musik garapan Adam S. Permana yang juga mewarnai film ini, menjadikan "Emak Ingin Naik Haji" semakin menarik untuk dinikmati bersama keluarga. Rasakan juga keindahan lagu-lagu yang ada dalam paket original soundtracknya, seperti lagu "Pergi Haji" milik Haddad Alwi yang dinyanyikannya bersama Ashilla.

Atau, lagu "Ibunda" yang liriknya penuh penghormatan kepada seorang ibu, yang diciptakan oleh Aditya Gumay. Semuanya ini, menjadikan film ini, menjadi semakin berkualitas. (*)



0 komentar:

 
Powered by Blogger